Tentang Al Mahdi

Dasar-Dasar Keimanan

Al Mahdi yang kami maksud adalah sosok penyelamat akhir zaman yang dinantikan selama lebih dari 1.400 tahun. Kepemimpinannya diemban oleh dua tokoh yang disebutkan dalam Wasiat Suci Nabi Muhammad: Imam Ahmed Al-Hassan (a.s.) (Mahdi Pertama/Al-Yamani) yang muncul di Irak tahun 1999, dan penerusnya Abdullah Hashem Aba Al-Sadiq (a.s.) (Mahdi Kedua/Al Qaim (a.s.)) yang muncul pada 23 Januari 2015.
Ada tiga bukti utama berdasarkan "Hukum Mengetahui Wakil Tuhan":

1. Wasiat Suci: Nama "Ahmed", "Abdullah", dan "Al Mahdi" disebutkan secara eksplisit dalam wasiat Nabi Muhammad yang tersimpan dalam Ghaybat Al-Tusi. Tidak ada seorang pun yang mengklaimnya selama 1.400 tahun sampai mereka hadir.

2. Ilmu Ilahi: Aba Al-Sadiq (a.s.) membawa pengetahuan tentang jiwa, reinkarnasi (Raj'a), tafsir lintas agama, dan identitas Dajjal modern yang tidak dimiliki siapapun di zamannya.

3. Seruan Kedaulatan Tuhan: Mereka hanya menyerukan ketaatan kepada Allah, menolak sistem demokrasi dan pemilihan manusia. Panji mereka: "Al-Bay'a lilah."
Perjanjian Ketujuh adalah perjanjian terakhir antara Tuhan dan umat manusia, mengakhiri enam perjanjian sebelumnya yang dimulai dari Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus, hingga Nabi Muhammad. Berbeda dari perjanjian sebelumnya yang terikat pada satu bangsa atau geografi, Perjanjian Ketujuh bersifat universal: untuk seluruh umat manusia tanpa batas ras, bahasa, atau agama. Ditandai dengan Bintang Daud yang melambangkan penyatuan seluruh agama.
Karena adanya sistem Taqlid dan para ulama yang mencari keduniawian (Non-Working Scholars) yang menutup akses masyarakat terhadap kebenaran sejati. Sama seperti para rabi yang menghalangi pengikut Yesus, para ulama akhir zaman justru menjadi musuh bebuyutan Al Mahdi. Nabi Muhammad telah bernubuat bahwa "ulama di akhir zaman adalah seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit; dari merekalah fitnah berasal."
Tidak. Al Mahdi datang untuk seluruh umat manusia dari semua agama. Umat Yahudi menunggu Mesias, umat Kristen menunggu Yesus, dan Buddha menunggu Maitreya. Semua penantian itu sebenarnya merujuk kepada tokoh yang sama, sang penyelamat di akhir zaman yaitu Al Mahdi. Di bawah Negara Keadilan Ilahi, umat Taurat diadili dengan Taurat mereka, umat Injil dengan Injil mereka. Ini adalah perjanjian universal yang tidak mengenal batas geografis atau agama.
Ar-Raj'a adalah konsep "kembalinya jiwa" dalam tradisi Islam, yang dijelaskan secara rinci dalam kitab rahasia Al-Haft Al-Shareef yang didiktekan Imam Ja'far Al-Sadiq. Di akhir zaman ini, jiwa-jiwa terbaik dari masa lalu, para Nabi, Rasul, dan Imam, telah kembali ke dunia dalam tubuh baru untuk mendukung Al Qaim (a.s.). Imam Ahmed Al-Hassan (a.s.) adalah reinkarnasi jiwa Imam Al-Hussein, dan Imam Mahdi (ke-12) adalah reinkarnasi jiwa Nabi Muhammad SAW.
Ada beberapa langkah yang bisa diambil:

1. Pelajari Buktinya: Baca manifesto dan buku-buku kami yang tersedia secara gratis. Mulai dengan "The Mahdi's Manifesto" dan "The Goal of the Wise".

2. Kenali Utusan Zaman Ini: Pahami "Hukum Mengetahui Wakil Tuhan" (Wasiat, Ilmu, dan Seruan kepada Kedaulatan Tuhan).

3. Ikat Janji Anda: Sampaikan baiat (ketaatan) Anda kepada Aba Al-Sadiq (a.s.) Abdullah Hashem, Al Qaim dari Keluarga Muhammad.

Hubungi kami di: [email protected]
Negara Keadilan Ilahi adalah tujuan akhir dari misi Al Mahdi, sebuah pemerintahan global di bawah Khalifah yang ditunjuk langsung oleh Tuhan. Di dalamnya: kemiskinan dihapuskan, kekayaan didistribusikan secara merata, sistem kapitalis dan mata uang fiat dihapus, dan setiap warga dari berbagai agama hidup dalam kedamaian absolut. Al Qaim akan memerintah seperti Nabi Daud dan Sulaiman, mengadili berdasarkan ilham langsung dari Roh Kudus, bukan sekadar kesaksian manusia.
Masih Penasaran?

Mulai Perjalanan
Menuju Kebenaran

Kebenaran sejati tidak membutuhkan persetujuan dari para ulama atau dewan agama. Kebenaran adalah cahaya yang menerangi dengan sendirinya.

Baca "The Goal of the Wise" Grup Pembuktian Telegram